Jadi Penyiar Radio, Honornya….?
November 29, 2007 at 12:26 pm | In Jurnalistik, Komunikasi, Public Speaking, Radio Broadcast | 8 CommentsMungkin pernah terlintas dalam benak anda bahwa profesi penyiar di radio lumayan menjanjikan, selain beken, keren, gaul, kenal banyak orang, juga “menggiurkan” honornya. Benar apa gak sih? Soal bahwa profesi penyiar radio itu beken, keren, gaul, dan kenal banyak orang, saya tidak menyangsikannya. Tapi soal honorarium alias gajinya? Tunggu dulu…. Soalnya gak semua radio bisa memberikan penghargaan yang “layak” buat penyiarnya, bahkan buat semua karyawannya. Kamu barangkali gak bakalan percaya kalau di Bandung saja, mayoritas radio masih menetapkan honor siaran di bawah 5.000 perak, itu rate honor siaran buat penyiar yang senior. Rata-rata penyiar bertugas antara 50-100 jam siaran per bulannya, jadi rata-rata pendapatan mereka antara 150.000 s/d 500.000. Bayangkan buat penyiar baru yang masih training….! Kadang-kadang gak dibayar lho… sumpeeeh!
Tapi, gak semua kok. Beberapa radio “Jawara” seperti Grup Ardan (Ardan FM, B-Radio FM, Cosmo FM), Dahlia FM, Prambors FM, dan beberapa Radio “makmur” lainnya -cuma beberapa- masih menghargai jam siar dengan angka cukup lumayan, bisa sampai 25.000 per jamnya, bahkan lebih. Jadi rata-rata penghasilan mereka (yang cuap-cuap di radio di atas) bisa punya pendapatan di atas 1 juta perak, bahkan ada yang nyampe 2,5 juta perak.
Jomplang ya? Memang begitu faktanya. Ini karena banyak radio -bukan hanya di Bandung- punya kesulitan dalam soal pembiayaan. Intinya lebih banyak radio kembang kempis ketimbang radio “gemuk”. Di Bandung ada radio -tidak saya sebutkan karena perimbangan etika- yang slot iklannya terjual penuh, hingga bisa punya pendapatan sampai 400.000.000 perak per bulan…. Tapi pada saat yang sama ada radio yang dapet 10 juta per bulan juga udah syukuran.
Radio emang cuma ngandelin pendapatan dari spot iklan, adlibs dan off air. Selain itu nyaris gak ada sumber pendapatan lain yang bisa diandalkan. Beberapa radio pernah berinovasi dengan mencoba menjadi sub penjualan produk dari klien yang memasang iklan, misalnya bikin tim spreading, jual susu kuda liar, menerima bimbingan haji, bikin BPIH, de el el. Tapi rata-rata tidak bisa bertahan lama.
Saya mengiformasikan ini tidak dengan tujuan buruk, alias buka kartu kantongnya penyiar atau nakut-nakutin mereka yang ingin jadi penyiar radio. Melainkan karena saya menganggap informasi ini juga cukup perlu untuk diketahui. Buat apa? Ya buat apa aja… hehehe, tergantung kepentingan yang membaca.
Masih mau jadi penyiar? Tentu saja, kenapa harus takut duluan!
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
fair… fortunately the reason why i become a broadcaster are more than one reason. so it is going to be easy to eliminate any unnecessary reason, such get rich by announcing.
to anybody who read this blog, might as well put as much consideration before jumped out to radio world. be more grateful to what we have now.. and not seeing things from outside only.
further more, highlight this line
‘Tapi, gak semua kok’
not all radio give less-appreciation to their employee/s. even there is another radio which hadn’t been written by the writers, but giving enough facility to their employee/s.
gud luck for anybody…
Komentar oleh satria — Desember 20, 2007 #
Maaf saya numpang ngasih informasi, mau over kredit rumah.
http://www.rumahbekas.com/index.php?go=detail&id=3581
terima kasih
Komentar oleh JUMADI — Mei 10, 2008 #
hoi.. saya juga penyiar radio neh,,, tapi lebih karena hobby aja, kadang seseorang dengan pekerjaan yang ia amat sukai, meski belum dibayar dengan layak, dia sangat bisa menerimanya lho…
Komentar oleh drg.dondy — Agustus 26, 2008 #
gini y..terkadang orang rela melakukan pekerjaan yang dimata orang lain gak penting karena udah hobby ato udah batin dari kecil,,kayak gw contohnya, biar kata orang jadi penyiar itu gak enak tapi gw tetep akan jd penyiar walaupun bayaraannya gak layak..lagian siapa sih yang mau menjadikan pekerjaan penyiar sebagai pekerjaan utama. setidaknya ada pekerjaan lain.
Komentar oleh jacqualine — Oktober 7, 2008 #
q pengen banget jd penyiar nich
tapi jam sore ampe malem soalnya pagi q skul
nama q dede lugina
panggilan chibu,ugi,ade
ku skul d sma 13 bandung
lahir 29 maret 1992
16 tahun
dapat menyesuaikan situasi(dewasa,anak2,cinta,humor,dll)
no yang bisa di hubungi 085722823874
alamat jalan rancabentang utara 03/14 no 321
tinggi 176,berat 55-60
insya allah tidak mengecewkan
bagi yang memberi kesempatan
hub aja num di atas
aq lakuin ni karana q ga liat suatu pekerjaan dri nilai uang tapi aq liatdari keadaan orang2 di sana
n aq pengen bantu ortu juga
jd please buat yang mau kasih kesempatan ke ade
makasih banget
DI TUNGGU N MAKASIH
Komentar oleh dede — Desember 28, 2008 #
haiii,,,, aq Nana’,, aku pingin bngett lho jd penyiar
buat aq tuh pkerjaan yg nggk mudah smw org bs ngerjain,,
jd its specialy job,, n kalo’ ada ksmpatan aq mo nyoba ikut audisi!!
udah,,cuman mo ngasi comment itu ajah!!1
Komentar oleh Nana — Maret 18, 2009 #
BENER BANGET….
Komentar oleh dj iman kartika fm ciamis — Juni 3, 2009 #
ASSALAMUALAIKUM…
SAYA PENYIAR RADIO KARTIKA FM CIAMIS…
ARTIKEL TENTANG PENYIAR YANG ANDA TULIS DI ATAS MENARIK SEKALI. SANGAT SESUAI DENGAN REALITA YANG TERJADI DI LAPANGAN, MEMANG SEPERTI ITULAH SEORANG PENYIAR RADIO.
Komentar oleh dj iman kartika fm ciamis — Juni 3, 2009 #