Setelah Hiatus Panjang…

April 5, 2008 at 2:48 am | In Agama, Akhlak, Celotehan, Cerita, Curhat, Dakwah, Islam, Kisah Hikmah, Manhaj, Pendidikan, Renungan, Umum |

Setelah hiatus panjang selama hampir 3 bulan, akhirnya saya berkesempatan kembali untuk bercengkrama dengan blog Aula Hikmah. Banyak pelajaran yang saya peroleh selama hiatus. Dari sekian banyak pelajaran tersebut, yang paling kuat menghujam dalam hati saya adalah mengenai penghargaan terhadap hidup. Betapa selama ini saya ternyata tidak mampu menghargai dengan layak atas apa-apa yang telah Tuhan berikan kepada saya. Insya Allah, oleh-oleh berupa catatan perjalanan akan saya post lebih lanjut.

Saya juga ingin menyampaikan terimakasih atas kunjungan dan komen yang ditinggalkan selama saya hiatus… Salam hormat saya, Ram-Ram Muhammad. :D

& Komentar »

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

  1. assalamualaikum,wr,wb..

    salam kenal pak..
    knapa y saya g dari dulu kesini..
    mau jadi pengunjung setia ah..
    hehei..

    Komentar oleh syahbal — April 5, 2008 #

  2. assalammualaikum , salam kenal pak

    Komentar oleh nexlaip — April 5, 2008 #

  3. Wah, akhirnya kembali juga :mrgreen:

    Komentar oleh Nazieb — April 5, 2008 #

  4. Pasti Uzlah….!!

    Komentar oleh Muhammad Rachmat — April 5, 2008 #

  5. Alhamdulillah kalau sudah pulang kyai, sudah kangen banget sama kyai Ram-Ram nih. Ditunggu article oleh-oleh dari hiatusnya. :oops: Soalnya hampir tiap hari ngintip, kok belum pulang-pulang ya kyai. :oops: Barakallahu fiikum.

    Komentar oleh Ibn Abd Muis — April 5, 2008 #

  6. assalamu’alaikum, bung ram-ram. selamat kembali ke dunia maya. saya sudah kangen nih. saya setia menunggu postingan berikutnya, terutama catatan perjalanan selama hiatus itu. pasti banyak hikmah kehidupan yang bisa kita petik dari situ.

    Komentar oleh sawali tuhusetya — April 5, 2008 #

  7. Assalamu’alaikum wr wb

    Welcome back kyai Ram .. alhamdulillah, setelah perjalanan panjang ada pencerahan mengenai penghargaan terhadap hidup. Mudah² apa yang kyai alami dapat di-sharing ke kita-kita sehingga kita bisa lebih memberi makna dalam sisa perjalanan hidup ini.

    Komentar oleh erander — April 5, 2008 #

  8. Lama nggak mampir ke sini, ad kejutan rupanya. abis uzlah ya
    ditunggu ceritanya pak

    Komentar oleh rachmawan — April 5, 2008 #

  9. assalamualaikum pak
    Alhamdulillah udah balik
    kangen ama postingan - postingannya pak
    mau kasih tahu juga , sekarang saya sudah pindah ke Medan

    Komentar oleh realylife — April 5, 2008 #

  10. Assalamu’alaikum wr wb.
    Selamat kembali Kang Ram,

    Komentar oleh rumahkayubekas — April 5, 2008 #

  11. ” selamat datang kembali.kang”
    salamku,
    langitjiwa………………..

    Komentar oleh langitjiwa — April 5, 2008 #

  12. Walah, dah balik lagi. Ditunggu petuahnya pak kyiai. :mrgreen:

    Komentar oleh danalingga — April 5, 2008 #

  13. welcome back lagi pak :)

    Komentar oleh aRuL — April 5, 2008 #

  14. WELKOMBEK … AKANG !!!

    Komentar oleh RETORIKA — April 5, 2008 #

  15. assalamualaikum, wr, wb
    salam kenal juga kang

    selamt berkarya lagi, saya link yah blognya

    Komentar oleh chatoer — April 5, 2008 #

  16. Ahlan wa sahlan again… ;)
    Ditunggu pengalaman inti selama “khuruj” nya versi kyai Ram-ram … :lol:
    Sudah beberapa bulan ini setiap ngintip ke blog surfer, masih saja punya nya kyai istiqamah gitu alias gak ada update nya… sebenarmya punya aku juga :mrgreen:
    Selamat deh kyai…
    Kita rame in lagi yuk … :)

    atau, kembali ke laptop hiatus lagi.

    Komentar oleh Herianto — April 6, 2008 #

  17. Welkom bek! HOREEEEE!!

    Komentar oleh G — April 6, 2008 #

  18. alhamdulillah… kyai RAM akhirnya unjuk gigi lagi :D
    butuh siraman2 rohani segar nih kang…ayo mana tulisannya lagi ;)

    Komentar oleh Ansori — April 7, 2008 #

  19. hoh!!!! fengumumannya uda ada, tafi update fostingannya mana negh? mannaaa?!! manna?!!!

    Komentar oleh Hoek Soegirang — April 7, 2008 #

  20. Assalamu Alaikum Kang Ram,
    thanks sudah silaturrahmi kang. Maaf kang Ram kondisi saya agak drop seminggu ini, doakan semoga cepat pulih.
    –salam–

    Komentar oleh daeng limpo — April 8, 2008 #

  21. hiatus dah kelar ?
    yg didapet adalah bagaimana menghargai hidup ?

    ini definisi saya soal menghargai hidup …
    1. pakailah baju yg bagus-bagus
    2. hematlah energi anda dengan tidak banyak berjalan kaki, gunakan lexus keluaran terbaru atau wrangler sahara
    3. perbanyaklah makan buah, daun, hewan dan air karena semuanya diciptakan buat anda manusia.
    4. perbanyak nge-blog sebelum blogger itu dilarang dan terkena UU ITE !

    Komentar oleh rajaiblis — April 8, 2008 #

  22. bukti bahwa manusia indonesia kurang menghargai hidup .. !

    jagad nusantara ini menghasilkan apapun yg diinginkan mulai dari tanah yg luas dan subur, emas, minyak, batubara, timah, ikan dan masih banyak lagi. namun siapa yg menikmati hasilnya ? yg pasti bukan anda. mengapa ? karena kepercayaan untuk mengelola yg sudah diberikan kepada anda tidak dipergunakan sebagaimana mestinya. maka, apakah salah bila orang lain yg diminta untuk mengelola dan menikmati hasilnya ? sisanya ? kalau memang ada sisanya … maka itu buat anda !

    Komentar oleh rajaiblis — April 8, 2008 #

  23. wakkkakakakkakaaa …

    Komentar oleh rajaiblis — April 8, 2008 #

  24. Walah… Takpikir sudah berhenti ngeblog… :mrgreen:

    Komentar oleh Arif Budiman — April 9, 2008 #

  25. asek..asek..si Akang udah balik lagi.. :D

    Komentar oleh tukangkopi — April 9, 2008 #

  26. assalamualaikum
    selamat berjumpa kembali
    mari terus saling berbagi

    Dalam suatu momen intens yang dahsyat di Gua Hira, Muhammad mengalami kehadiran ‘sesuatu’ Yang Maha Lain. Tremendum et Fascinatum melingkupi seluruh keberADAan diri.
    “Bacalah wahai Muhammad!!”
    Gemetar dalam takjub & ngeri Sang Pencari insaf akan keterbatasan diri.
    “Aku tidak bisa membaca…” Bagaimanakah keterbatasan manusia sanggup menjelaskan Yang Tak Terbatas? Mungkinkah keterbatasan bahasa mampu mengungkapkan Sang Hidup? “Aku tidak bisa membaca…” sebuah ungkapan kesadaran! Samasekali bukanlah tentang melek atau buta huruf, Namun adalah pembacaan akan Hidup, pembacaan yang melampaui teks, pembacaan dengan penekanan pada gairah total akan Hidup sebagai ‘Kebenaran Keseluruhan’ yang tak akan mungkin dibahasakan, melampaui pengetahuan & tak terjemahkan.
    Membaca adalah suatu religiositas hidup *religius berasal dari relegere (membaca ulang) & religare (menyambung kembali)* Religiositas hidup yang selalu berbenah diri, penyatuan hal yang terpisah secara terus-menerus.
    Tiada pernah tercapai finalitas definisi, suatu ’Kebenaran Tunggal’ yang terlepas dari hadirnya ’Yang Lain’.
    ———————
    “Bacalah wahai Muhammad!!”
    Bacalah selalu karena manusia adalah mkhluk subjektif yang penuh kemajemukan. Akan selalu tersingkap ’Kebenaran Yang Lain’. Dan dari situlah, melalui perjumpaan dengan ’Yang Lain’, manusia yang imanen bisa mentransendensi dirinya, melebur dalam ketidakterbatasan.
    Meski hanya setetes tinta yang tertulis menjadi Kitab dibanding dari seluruh luas samudra, ’Yang Lain’ akan terus menyatakan diri dalam Pembacaan di sepanjang perjalanan hidup.
    Dalam peristiwa sehari-hari…..
    Dalam perjumpaan dengan orang lain…..
    ———————
    Dalam Purnama Kesadaran,
    Sang Nabi tersenyum,
    Rasul adalah Sejatinya Rasa,
    Utusan Sang Hidup,
    Untuk selalu berjumpa dengan ’Yang Lain’,
    Dan manusia-pun hadir……
    Sebagai Rahmatan Lil Alamin

    Komentar oleh tomyarjunanto — April 11, 2008 #

  27. selamat kembali dengan selamat. Oleh-olehnya ditunggu

    Komentar oleh Iwan Awaludin — April 11, 2008 #

  28. akhirnya……… :D

    Komentar oleh r_purbasari2008 — April 13, 2008 #

Tinggalkan komentar

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.