Pesantren Pondok Iqra’

Alamat: Jl. Sukarno-Hatta Kampung Lio No. 122 Cipamokolan Rancasari Kota Bandung. 40292 Phone (022) 7531657-91163923 

Pesantren Pondok Iqro Bandung berdiri tanggal 15 April 1995. Awalnya, tujuan pendirian yayasan yang bergerak dalam bidang dakwah, pendidikan keagamaan dan sosial kemasyarakatan ini adalah untuk membangun, mengembangkan syiar Islam dan kehidupan yang relegius pada masyarakat sekitar yang pada mulanya berada pada titik minus dan cukup mengkhawatirkan.

Kondisi kehidupan sosial keagamaan masyarakat yang memprihatinkan tersebut berkaitan dengan faktor ekonomi masyarakat yang mayoritas berada dalam kondisi pra-sejahtera. Hal ini tentunya berdampak pada rendahnya perhatian masyarakat terhadap pendidikan putra/i nya. Demikian pula perhatian masyarakat terhadap pendidikan agama karenanya sangat tepat jika di daerah ini didirikan sebuah yayasan yang bergerak dibidang dakwah dan pendidikan Islam (pesantren) yang mampu memperbaiki kondisi tersebut.

Yayasan Pondok Iqro didirikan atas prakasa seorang dermawan di daerah kami yakni Bapak H. Ali Dinar yang bersedia untuk mewakaf-manfaatkan tanah beserta bangunan yang dimilikmya untuk dijadikan sebagai sarana pendidikan dan dakwah sebagaimana dimaksud di atas.

Yayasan Pondok Iqro mempunyai visi membangun generasi cinta al-qur’an yang berwawasan kebangsaan.

Adapun misi yang diemban adalah :

  1. Ikut berperan serta menyiapkan generasi muda khususnya anak-anak dan remaja dalam bidang pendidikan.

  2. Mengembangkan dakwah (syiar) Islam.

  3. Membantu dalam sosial kemasyarakatan.

Sedangkan maksud dan tujuan pendirian Yayasan Pondok Iqro , adalah :

  1. Mempersiapkan dan meningkatkan kualitas ketakwaan generasi muda khususnya anak-anak dan remaja agar menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.

  2. Menumbuh kembangkan kesadaran beragama dikalangan masyarakat sekitar dan kaum muslimin pada umumnya.

  3. Ikut membantu memberdayakan masyarakat kecil (dhu’afa).

 

Setelah dua belas tahun berjalan, kegiatannya baik dalam bidang pendidikan ataupun bidang dakwah sosial keagamaan sangat dirasakan sekali oleh masyarakat sekitar, bahkan salah satu dampak yang menggembirakan adalah meningkatnya animo dan partisipasi masyarakat. Tentunya ini merupakan aset untuk makin menumbuhkan dan mengembangkan pesantren di masa datang.

& Komentar »

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

  1. Semoga pesantren di usia 12 tahun ini lebih dalam lagi akarnya, sehingga mampumenyerap sari-sari makanan hikmah dari Bumi Allah, dan yang keluar adalah buah-buah yang bisa dipetik oleh masyarakat sekitarnya, rasanya enak, baunya harum dan menyehatkan saat di makan…

    Selamat berjuang Kyai Ram Muhammad, kepada Bapak H. Ali Dinar, Indonesi merasa bangga karena memiliki orang yang peduli terhadap sesama… Jazakumullah… :)

    Maaf kok saya jadi semangat komentar seh hehehe :)

    Komentar oleh Kurt — Desember 2, 2007 #

  2. Bisa jadi ayeuna leuwiih maju. tibatan taun-taun kapungkur. Mudah-mudahan fitah nu pernah rame. jadi pelajaran…

    Komentar oleh Muhammad rachmay — Desember 3, 2007 #

  3. Kang, pesantren teh palih mana, Abdi ayeuna di Komp. Griya Bandung Indah, kira-kira kalo saya silaturahim bisa ngak

    Komentar oleh Abu Shabazz an-Nagary — Desember 17, 2007 #

  4. Di jalan Sukarno-Hatta 668, sagedengeun Komplek Arya Graha.

    Komentar oleh Cahya Rahma — Desember 17, 2007 #

  5. Katanya sih… Belum pernah ke sana juga nih. :mrgreen:

    Komentar oleh Cahya Rahma — Desember 17, 2007 #

  6. memberdayakan masyarakatnya du’afa dalam bentuk apa ya kang, mudah-mudahan pesantren lain bisa contoh..nuhun
    deden
    http://profiles.friendster.com/dedenfaoz

    Komentar oleh dedenfaoz — Desember 22, 2007 #

  7. semoga menjadi ladang pahala yang selalu di berkahi Allah.

    Komentar oleh madini soffOne — Februari 21, 2008 #

Tinggalkan komentar

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.