Untuk Walikota Bandung Tentang Bandung Kota Agama

Desember 9, 2007 pukul 4:16 pm | Ditulis dalam Agama, Komunikasi, Pendidikan, Pesantren Pondok Iqra' | 1 Komentar

Yth : Bapak Walikota Bandung

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Berkenaan dengan dibukakannya kesempatan bagi elemen-elemen masyarakat beragama guna menyatakan aspirasinya dalam forum Jaring Aspirasi Masyarakat Agama, khususnya dalam mewujudkan visi Bandung 2008 sebagai Kota Agama, kami merasakan keprihatinan yang sangat mendalam, yang muncul dari kepedulian akan masa depan warga Kota Bandung serta bangsa Indonesia pada umumnya.

Kota Bandung tengah menghadapi masalah-masalah berat yang menuntut diambilnya langkah-langkah cepat dan tegas, terutama pada bidang-bidang sebagai berikut di bawah ini:

  1. Perbaikan dan Pembenahan Birokrasi Pemerintahan, terutama yang menyangkut pembinaan kehidupan beragama.

  2. Sosialisasi Program Pemerintah, di mana selayaknya terjadi di semua tingkatan dari tertinggi hingga ke akar rumput.

  3. Lingkungan Hidup, berkenaan dengan kerusakannya yang semakin parah sebagai dampak pembangunan yang kurang berwawasan lingkungan maupun kelalaian dan pola hidup yang tidak berimbang.

  4. Kesehatan, yang diindikasikan pada rendahnya mutu hidup masyarakat hingga pada tingkat yang sangat memprihatinkan.

  5. Pergaulan Bebas, sebagai dampak dari kelengahan semua lapisan masyarakat terhadap pengaruh-pengaruh negatif dari budaya asing.

  6. Gender, berkenaan dengan kedudukan perempuan yang masih belum ditempatkan pada tempat yang semestinya, di mana mereka masih menjadi objek eksploitasi baik secara terselubung maupun terang-terangan.

  7. Kenakalan Remaja, yang masih belum teratasi sejak lahirnya istilah tersebut pada dekade-dekade sebelum ini.

  8. Fungsionalisasi Zakat, yang masih mengandung kerancuan serta kesimpang-siuran dalam prakteknya, baik karena ketidakjelasan perundangan yang melandasinya, maupun akibat dari ketidaksiapan sumberdaya manusia yang menanganinya.

  9. Gelandangan dan Pengemis, yang merupakan efek langsung urbanisasi sejak dimulainya era pembangunan hingga sekarang, tapi tidak pernah benar-benar ditangani secara serius.

Semua point-point di atas hanyalah contoh dari beberapa masalah yang selama ini tidak pernah benar-benar diatasi secara integral baik oleh pemerintah maupun oleh lembaga-lembaga kemasyarakatan sebagai mitra pemerintah. Masalah-masalah di atas telah menjadi klise dan hanya menjadi konsumsi politik dari waktu ke waktu. Membahasnya lagi pada kesempatan sekarang ini hanya akan mengulang-ulang apa yang telah jelas dan tidak membantu sama sekali pada proses perbaikannya.

Hal yang perlu kita renungkan bersama adalah fakta bahwa selama ini ternyata lembaga-lembaga pemerintahan dan kemasyarakatan yang telah ada selama ini telah gagal untuk berfungsi dan difungsikan seseuai dengan peruntukannya semula. Fakta bahwa mitra pemerintah dari tingkat DPRD hingga LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) sebagai wakil rakyat gagal memberikan masukan-masukan yang berarti bagi Pemerintah Kota Bandung dalam membangun visi Bandung Kota Agama sangat memprihatinkan. Bahwa Wali Kota masih mengadakan forum semacam Aspirasi Jaringan Masyarakat Beragama menunjukkan adanya kegagalan komunikasi maupun fungsi dari elemen-elemen perwakilan rakyat yang sebetulnya telah jelas fungsi dan tujuannya.

Lembaga-lembaga mitra pemerintah seperti MUI, organisasi-organisasi masyarakat seperti NU, Muhammadiyah, Persis dan lain sebagainya, FKPP, BKPRMI, serta banyak lagi yang lainnya ternyata telah jelas diabaikan atau dipandang tidak dengan selayaknya. Jalur konsultasi dan koordinasi yang seharusnya dipelihara, dikembangkan serta dimanfaatkan ternyata malah diabaikan, sehingga menimbulkan keprihatinan yang sangat mendalam bagi kita semua.

Selama ini, masyarakat beragama tidak pernah lebih dari alat politik dan alat APBN/APBD semata, yang dimanfaatkan sewaktu-waktu bilamana perlu, dan diabaikan saat agenda-agenda mereka yang berkepentingan telah tercapai. Ini harus segera dihentikan, dengan kesadaran sepenuhnya akan tujuan-tujuan yang lebih besar dan mulia sesuai amanat konstitusi. Oleh karena itu, kami menghimbau: sebelum kita mulai menciptakan lagi slogan-slogan kosong tambahan yang hanya menambah beban kita semua di masa kini maupun mendatang, atau program-program yang tidak benar-benar mengakar pada kepentingan rakyat yang lebih mendesak, marilah kita kembalikan lembaga-lembaga pemerintahan dan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang telah ada selama ini kepada fungsi dan peruntukannya yang semula.

dengan semangat membangun, mencanangkan Bandung Kota Agama, sedianya kita memiliki pemimpin yang bijak, bersemangat, ikhlas, sekaligus memiliki program-program yang matang.

Kami mengapresiasi Walikota Bandung akan cita-citanya untuk membangun masyarakat yang cageur, bageur, bener pinter, masyarakat yang aman, damai, sepi paling towong rampog, ngeunah nyandang ngeunah nyanding, pamingpin ngaping ngajaring, iceus deudeuh ka masyarakatna. Didalam kerangka asah asih asuh yang Insyaallah Bandung Bermartabat bukan hanya sekedar wacana dan slogan kosong, genah merenah tumaninah dalam menyelesaikan segala masalah.

Semoga Bandung gemah gemuh riduh, gemah ripah repeh rapih, bari aya dina rido Allah SWT. Terima kasih Wallohul Muwafiq Ilaa Aqwamithoriq

Ram-Ram Muhammad

 

(Pengasuh Pesantren Pondok Iqro )

 

 

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Wah Bandung bervisi kota Agama?
    apakah ini sama dengan visi kota syariat yang kini gencar di canangkan di bebarapa wilayahdi Jawa Barat?

    *Aku gak di Malaysia, masih ada di Jakarta kadang di Cirebon bolak-balik* m
    maklumlah cangkulnya harus terus digoyang mang🙂

    Yup Kyai Kurt, katanya Bandung memang bervisi agama. Tapi bukan dalam pengertian syariat Islam, tapi agamis. Kalau Bandung menerapkan perda Syariat kayanya tidak bijak, saya sendiri tidak begitu apresiatif dengan hal-hal formalistik semacam ini.
    Hebat, istrinya pasti orang Madura ya? hehehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: