Kalau Saya Mati Duluan, Apa Kamu Akan Kawin Lagi?

Desember 16, 2007 pukul 12:40 pm | Ditulis dalam Agama, Artikel, Humor, Islam, Komunikasi, Pendidikan | 43 Komentar

Begitu kira-kira pertanyaan yang terkadang disampaikan -sebagian- suami kepada istrinya. Sebaliknya juga demikian, pertanyaan serupa mungkin diajukan seorang istri kepada suaminya tercinta. Terlebih mereka yang sedang dimabuk kasmaran dan dibuai oleh sensasi cinta. Apakah anda juga pernah iseng menanyakan hal yang sama kepada pasangan anda? 

Jawaban yang ingin anda dengar tentu adalah “tidak”, atau setidaknya gelengan kepala sebagai bahasa tubuh yang mengisyarakan komitmen untuk tidak mencintai, dicintai, dimiliki dan memiliki orang lain selain anda seorang, bahkan ketika anda terlebih dahulu meninggalkan alam fana ini. Bayangkan kalau jawaban yang meluncur dari bibir pasangan anda adalah “gak tahu..” atau hanya diam tidak menjawab? Alih-alih mendengar jawaban selain tidak, sekiranya jawaban “tidak akan…” diiringi dengan kalimat “insya Allah”, itu sudah cukup membuat anda tidak senang. lalu terbakarlah hati anda dengan buncahan api cemburu….

Pertanyaan macam ini sangat lumrah. Saya menilainya sebagai sebuah refleksi yang lahir dari hasrat untuk mencintai, dicintai dan memiliki pasangannya, tidak hanya ketika di dunia, namun sampai di akhirat kelak. Ya, kurang lebihnya seperti lantunan Rita Sugiarto dalam senandung dangdut berjudul Pacar Dunia Akhirat.

Lalu, apakah salah jika kita memiliki hasrat untuk memiliki pasangan kita selama-lamanya? Agama tidak memandangnya sebagai sesuatu yang salah. Bukankah Allah SWT telah memberikan gambaran bahwa pasangan-pasangan suami istri yang beriman akan masuk ke dalam surga dan bercengkrama di dalamnya bersama-sama.

Hanya saja, yang harus difahami adalah bahwa realita hidup tidak selamanya memberikan apa yang kita ingingkan. Untuk memahaminya, saya mencoba menceritakan sebuah kisah.

Ada seorang pria sukses. Selain tampan ia juga dikenal sebagai seorang jutawan dengan beragam jenis perusahaan yang dimilikinya. Rumah bagus, mobil mewah, pakaian mahal, tanah yang luas dan deposito di Bank semuanya ada.

Pada suatu ketika, ia bertemu dengan seorang gadis berkerudung nan cantik rupawan, cerdas, keibuan dan berkepribadian mulia dalam sebuah kesempatan acara pemberian santunan untuk fakir miskin dan yatim piatu di sebuah yayasan. Lalu jatuh hatilah ia kepada gadis tersebut. Lagi pula, pria mana yang tidak akan tertikam oleh pesona perempuan seperti itu?

Rupanya, cinta sang jutawan tidak bertepuk sebelah tangan. Sang gadis pun menerima dan membalas cintanya. Selang satu bulan kemudian, digelarlah acara pernikahan yang meriah. Keduanya mengikatkan diri dalam sebuah mahligai rumah tangga. Akhirnya, resmilah mereka berdua sebagai pasangan suami istri.

Begitu besarnya cinta sang jutawan kepada istrinya, sedetikpun ia tidak mau jauh dari sang istri.

Hari berganti hari, malam berganti malam. Bulan dan tahun tidak terasa berjalan…. 

Hari-hari yang dilaluinya menjadi semakin penuh warna dan indah. Tidak hanya bertabur gemerlap harta dan kekayaan, namun juga dipenuhi dengan cinta istrinya.

Pada suatu malam, ketika pasangan muda ini bersiap untuk tidur diperaduan, sang jutawan bertanya kepada istrinya, “Sayangku, sekiranya aku meninggal besok atau entah kapan, apakah engkau akan tetap mencintaiku?”. Istrinya menjawab dengan wajah bersemburat mesra, “Tentu suamiku, aku akan mencintaimu sampai kapanpun, bahkan ketika ajal memisahkan kita. Aku hanya milikmu seorang, istrimu di dunia dan di akhirat”. Tenanglah hati sang jutawan demi mendengar jawaban ini. Kemudian terlelaplah keduanya dibuai oleh mimpi indah tentang cinta sejati dan kasih sehidup semati.

Keesokan paginya, dengan sangat berat hati sang jutawan berpamitan kepada istrinya untuk menyelesaikan urusan bisnis di luar kota.

Untung tak bisa diraih, malang tak dapat ditolak. Di tengah perjalanan sang suami mengalami kecelakaan fatal sampai merenggut nyawanya. Kendaraannya bertabrakan dengan bus dalam kecepatan tinggi.  

Remuk redamlah hati sang istri ketika mendengar kabar kecelakaan yang menimpa suaminya. Seakan tidak percaya, jika suami yang amat ia cintai telah pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya. Padahal semalam ia masih bercengkrama mesra dengan pria yang telah menikahinya selama bertahun-tahun. Ia tidak menyangka jika pertanyaan yang diajukan suaminya adalah pertanyaan terakhir sekaligus sebagai sebuah salam perpisahan untuknya.

Sekian lama dirinya dirundung dalam kesedihan, hanyut oleh perasaan kehilangan yang tidak terperikan. Dirinya tenggelam dalam duka yang teramat sangat. Ia menjadi lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam rumah sambil membuka album foto saat masih bersama suami tercinta.

Syukurlah, pada suatu hari dirinya tersadarkan untuk tidak terus larut dalam kesedihan tak berkesudahan. Ia memutuskan untuk kembali aktif dalam kegiatan agama. Dirinya berharap, kesibukan dalam majelis taklim dan kegiatan yang lain dapat memberinya ketenangan dan tidak terus menerus tenggelam dalam derai air mata karena teringat mendiang suaminya.

Rupanya Tuhan memiliki rencana. Aktifitasnya di majelis taklim secara tidak langsung mempertemukan dirinya dengan seorang pria yang tidak lain adalah ustadz yang secara rutin memberikan materi. Berawal dari maksud untuk meminta nasihat sang ustadz sekaligus meminta didoakan agar diberikan ketabahan dan kesabaran oleh Allah SWT, kemudian berlanjut menjadi komunikasi yang intensif. Tanpa terasa, dalam hatinya mulai tumbuh benih-benih cinta yang baru…. Singkat cerita (kepanjangan sih!) Beberapa bulan kemudian ia telah resmi menjadi istri sang ustadz yang kebetulan masih sendiri….:mrgreen:

Ia lupa dengan jawaban yang pernah disampaikan kepada suaminya waktu malam itu…

Nah, sekarang saya mau tanya sekali lagi. Anda akan menjawab apa jika ditanya oleh pasangan anda, “Kalau saya mati duluan, apa kamu akan kawin lagi?”

 

 

 

43 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Hmmm, kapan ya ada yang akan nanya kaya begitu di peraduan…🙂
    Kalau menurut kaca mata seorang gadis… Jawaban yang paling bijak adalah yang dapat menyenangkan perasaan pasangannya, suami atau istrinya. Asalkan tidak diniatkan berbohong aja gitu. Kalau toh suatu saat kenyataannya lain, ya namanya juga takdir…:mrgreen:

  2. Kalau saya… jawabannya memeluk… kan halal sama istri sendiri. Itu jawaban yang paling nyenengin sekali. tul gak? tul gak? tul gak?

  3. Kalau saya tidak akan menjawab saja, tapi ikutan meluk aja deh. pan bingung kalau jawab takut gak konsisten kaya yang dicerita itu, dosa lagi…

  4. Assalaamu ‘alaikum semuanya.
    @ Cahya Rahma
    Insya Allah, sebentar lagi bakalan dapet pertanyaan kayak begitu, dido’ain deh…

    @ Budi R
    Wow, ahli bahasa tubuh ya…? Sedikit bicara, banyak berbuat 8)

    @ RERE
    Kalau udah meluk tetep nagih jawaban gimana? Maksa lagi!

  5. Hahahaaaa… Saya masih bujangan dan belum menikah (juga belum punya niatan menikahi pacar saya sekarang):mrgreen:
    Jadi agak bingung juga nih, Pak.😛

    Eh, baca kisanya… Kalau udah dimabuk asmara, lupa segalanya ya…😛
    Lupa diri untuk mengikrarkan janji di ranjang, dan lupa akan janji di ranjang saat menikah lagi.:mrgreen:

    Aiuhhh… Jadi teringat Sam Pek – Eng Tay walau kisahnya ga sama kayak gini ><

  6. heheheheheheheheh saya masih bujang jugak kayak rozenesia 😆
    ceritanya kayak disinetron :mrgreen:
    tapi kalau saya ditanya gitu ya….saya bilang saya mau kawin ups nikah lagi itupun kalau saya masih nafsu sama perempuan (kalau saya sudah tua mungkin nggak nafsu lagi).
    karena jika sudah tua, mungkin nggak bakalan mikirin kenikmatan dunia lagi (wanita harta tahta) tinggal mikirin ukhrowi dan yang kekal hanyalah cinta padaNya
    -=sekian=-

  7. Yang….kalau saya mati duluan, tolonglah menjanda 3 bulan dulu sebagai penghormatan atas roh saya. Setelah itu terserah kamu say…..

  8. Emang suka ada yang nanya begitu ya? Kalau saya ikutan pak daeng limpo aja deh, eh aku kan peyempuan… jadi kalau suami tanya begitu, aku jawab Insya Allah, bagaimana Allah saja.

  9. Ikutan, saya juga bujangan. Kalau saya ditanya istri saya kelak, saya akan jawab: kalau saya mau kawion lagi gak perlu nunggu kamu mati, sekarang juga bisa, laki-laki kan boleh POLIGAMI?
    Boleh gak jawab begitu:mrgreen:

  10. pacar guwe kok marah pas liat jawaban di atas. nasib, oh nasib. emang salah ya jawab begitu? gak dewasa ya…

  11. @ Rozenesia
    Sam Pek -Eng Tay siapa sih? Cerita dong!

    @iNyonk
    Tapi kayanya iNyonk berbakat jadi aki-aki tujuh mulud, masih “penuh hasrat sampai tua” 8)

    @ Daeng Limpo
    Maklum, nakhoda kapal… Hahaha

    @ Rurianty
    Bersiap-siap liat suami cemberut sampai pagi…

    @ Dani Ramdani
    Bersiap-siap dipukul bantal aja… nah tuh, pacar aja sampai kabur. Selamat🙂

  12. Saya pernah juga ditanya sama istri mirip kaya begitu. Saya jawab semuanya ada di tangan Allah, kita tidak tahu apa kehendak ALlah. Kita hanya bisa ikhtiar, allah yang menentukan. Alahmdulillah, tidak jadi masalah jawaban tersebut buat istri saya, enggak tahu kalau buat yang lain. Salam kenal

  13. Jadi pengen cepet….
    Pengen tahu jawabannya apa…
    pengen tahu reaksinya…
    pengen tahu apa yang akan terjadi…
    pengen tahu….:mrgreen:

  14. Bibir tidak dapat menjawab… terlalu tebal untuk bicara. Sayangku, jika aku mati… jangan coba-coba kawin lagi karena aku akan menghantuimu setiap malam.

  15. @ Wiwid Haryanto
    Salam kenal juga.

    @ Cahya Rahma
    Pengen tahu apa..?

    @ Bibir Tebal
    *niat jadi calon hantu*

  16. Assalamu alaikum wr. wb.
    Semuanya, semoga diridhai Allah.
    Kalo saya ditanya gitu sama istri (alhamdulillah istri saya belum pernah nanyaain), kawin lagi aja, toh dia (istri kalo meninggal masuk surga dan ketemu ama yang lebih hebat ama kita, jadi lupa dech ama kita yang di dunia)

  17. Salamu alaikum
    Asyik juga nih ngomongin soal komitmen cinta…
    Saya sebaiknya menjawab tidak, karena biasanya kalau wanita ketika ditinggal mati suaminya jarang menikah kembali, beda ama laki-laki! Istrinya mati belum 1 bulan udah gandengan daun muda… Sorry bukan nge-judge, tapi realita…

  18. Assalamu’alaikum…
    Pertanyaan yang gampang tapi susah dijawab Kang…😀
    tapi sepertinya kalo ditinggalnya masih muda saya kira, saya jawab “Ya”…😀
    boleh kan Kang ngehayal dulu…😀

  19. buat eevooi
    Berarti kalau suami saya nanya begitu, saya jawabnya “kalau masih muda saya kawin lagi, tapi kalau keburu tua, gak deh…” Gitu…? Hihihi

  20. Ini pengalaman pribadi tah?
    Kalau pasangan saya bertanya begitu, pertanyaannya bukan begitu. Dia akan bertanya:
    “Mas sebaiknya mas buruan kawin lagi dunia perkawinan itu nikmaat sekali… saya akan turut serta mendampingi kebahagiaan keluarga ini… ”

    ada gak yah wanita seperti itu?🙂

  21. Tapi kayanya iNyonk berbakat jadi aki-aki tujuh mulud, masih “penuh hasrat sampai tua” 8)

    hwekekekekekekekekekekek…..analisis yang………..hehehehe

  22. Kalau Saya Mati Duluan, Apa Kamu Akan Kawin Lagi?
    ———————
    MIKIR WARISAN

  23. eh ada disini…

  24. Kalau saya, “Jangan tanyakan apakah aku akan kawin lagi. Tanyakan apakah engkau akan sampai tujuan setelah mati nanti.”😀

  25. Wah, pertanyaannya gampang, jawabnya susah… Yang udah jawab, jawabannya gak tegas.. takut-takut kucing….hehehe.
    Saya mau jawab: Jangan tanya begituan, lebih baik kita nikmati kebersamaan sekarang! Terus bernikmatan sampai pagi..

  26. Assalaamu ‘alaikum.
    @ Abu Shabazz an-Nagary
    Tapi kayanya gak berani bilang begitu kalau bener-bener ditanya…🙂

    @ Dewi Anggraini
    Saya gak temasuk laki-laki kaya begitu… mungkin:mrgreen:

    @ Eevooi
    Jawabannya berarti masih khayalan juga

    @ Kurt
    Ada tuuh Kyai Kurt, DEWI ANGGRAINI! 8)

    @ Satria Berkuda
    #melempar celana dalam#

    @ Pendekar Berjubah Hitam
    Iya, sama-sama pendekar dari dunia silat. Kenal Wiro Sableng dan Sinto Gendheng tah?

    @ Siti Jenang
    Masih bukan jawaban
    #menunggu jawaban yang pasti#

    @ Abu Nuruddin
    Sampean gak ada bedanya sama yang udah-udah, jawabannya ngeles!🙂

    • saya belum sempat di tanyakan almarhum suami saya, baru lima bulan menikah, beliau sudah di panggil Allah swt. Namun saya prnh bertanya padanya, yamk itu jenggot tuk apa? dia bilang tuk bergantungan bidadari di syurga,lalu saya menjawab, lha vie bukan bidadari aa` donk? lalu dia mnjawab. vie itu adalah bidadari dunia akhirat aa`. nah bila di tnya begitu skrg saya mnjawab, niat hati saya tidak nikah lagi dan insya Allah istiqomah. Namu banyak yg menyayangkan keputusan saya, karna saya masih muda. Tapi Allah lah yg maha membolak balikkan hati hambanya. saya hanya berdoa agar tetap di beri keteguhan hati dan insya allah istiqomah. aamiin

      salam kenal
      vie

  27. Sam Pek – Eng Tay, seperti kisah Romeo and Juliet…😥

  28. @ rozenesia
    Oooh, tapi versi Tiongkok ya?
    #menunggu rozenesia bertutur#

  29. Jadi wasit engkemah ah !

  30. baca tulisan P.Ram saya jadi inget bberapa kali saya tanya kesuami, ehhh jawabannya tidak sesuai yang saya harapkan.suka mbulet”kok mikir yg sedih2 nikmati aja kebahgiaan yg ada sekarang,klo mama meninggal duluan pasti mama gak lagi sempat mikirin papa,dan klo masik surga mama kan dapet bidadara cakep.lha klo papa yg duluan mama jadi janda kaya,pasti banyak yang mau ya enggak?” saya gak bisa jawab yg ada kesellllllll banget……………..emang gampang pindah kelaen hati………..gak ada gunanya ,pertanyaan yg sia-sia.sorry kepanjangan.

  31. hihihi..baca critanya lucu..baca jawabannya jg lucu-lucu..

    kalo gw jawabnya : YA IYALAAAH *trus ketawa ngakak..hehe*

  32. jawab apa ya…
    em…. bobo aja yuk. lagi pengin nih (halah! pengin tidur maksudnya!!)

  33. Kalo saya mati duluan, saya persilahkan pasangan saya untuk kawin lagi.

  34. @ khanza2002
    Nah lho, kalau udah jadi Janda Kaya… Buka sayembara gak?:mrgreen:

    @nniittaa
    *lempar kasur*

    @ seva
    Halah, bukannya jawab! malah ngajak…

    @ Menggugat Mualaf
    Kalau belum mati, kira-kira ngijinin kawin lagi gak ya?
    *bersiap ditimpuk*

  35. aslkm.. saya adalah seorang wanita. dari awal hubungan saya dan suami kami telah berkomitmen jika tidak ada pilihan lain kecuali cinta sehidup semati. jika pertanyaannya demikian maka saya akan menjawab dengan tegas saya tidak akan menikah lagi. dan itu adalah takdir saya karena takdir saya sayalah yg menentukan. hidup mengajarkan saya untuk setia karena saya korban broken home. siapa yang menderita jk ortu mereka menikah lagi? tidak lain adalah anak2 mereka sendiri. karena itu saya tidak ingin terjadi pd anak saya.

  36. Assalamu Alaikum, membaca artikel diatas mengingatkan pada kalimat alm suami saya 2 bulan yang lalu, beliau mengatakan ” dek kita tidak pernah tau siapa yang akan meninggal duluan, yg pasti klo adek duluan aa tidak akan menikah lagi supaya kita bisa berjodoh di akhirat. suami sy meninggal diusia pernikahan kami baru 4 bulan 17 hari karena sakit tumor yg beliau derita.
    Aa sayang Hanya 4 bulan 17 hari kebersamaan kita, singkat sekali yach, banyak sekali rencana yang telah kita buat tapi Allah mungkin punya rencana yang lebih baik u/ kita. Ya Allah maafkan kesalahanku pada suamiku, maafkan kesalahan suamiku Ya Allah, lapangkan kuburnya, terangi jalannnya, terima amal ibadahnya, jauhkan dari siksa kubur, masukkan dia di surgaMu.
    Dia suami yang baik Ya Allah aku bangga menjadi istrinya.
    Dia MilikMu Ya Allah, kini telah kembali kepangkuanMu.
    Terima kasih Ya Allah Kau beri aku kesempatan mencintai dan menyayanginya dengan segala kekurangan dan ketidak sempurnaanku.
    Beri aku keikhlasan, kekuatan dan kesabaran tanpa batas.
    Pertemukan aku kembali Ya Allah, jadikan aku istrinya dunia akhirat, tolong jaga kesetianku padanya, beri aku petunjuk cara aku berbakti padanya kini dan tempat kan aku disisi dimana dia berada. Aminnn. Salam sayang selalu Honey (In memoriam my beloved hubby Ahmad SH, 22 maret 1983 – 21 sept 2013)

    • assalamualaikum, cerita kita sama mbak, saya nikah baru lima bulan kurang seminggu, tgl 22 mei 2016 kami menikah dan 15 oktober 2016 aa` meninggal. kami di kenalkan awal 5 desember2015. hanya ta`aruf. 5 bln perkenalan ,5 bln bersama. subhanallah, begitu nyata misteri hidup, dan alhamdulillah, saya bersyukur atas ujian yg allah berikan pada saya. insya allah tetap istiqomah hingga ajal.aamiin

  37. Saya jadi ingat kisah Umu Salamah..
    Ketika istrinya meminta pada suaminya untuk tidak menikah lagi andai bliau meninggal duluan. Tapi sang suami justru sebaliknya, bliau meminta istrinya agar menikah lagi andai bliau meninggal duluan, agar ada yg melindungi, memperhatikan dan menyayangi istrinya. Lalu bliau doakan istrinya agar menndapat ganti yg lebih baik dari dirinya.
    Akgir cerita, sang istri menikah lagi setelah suaminya meninggal sebagai mujahid dalam jihad fi sabilillah. Dan Subhanalloh, atas kehendak Alloh doa suami tadi dikabulkan Alloh dan istri yg ditinggalkannnya mendapat pengganti yg lebih baik darinya, sebaik-baik insan di alam ini, yaitu Rosululloh Muhammad SAW.

    Kisah ini mengingatkan saya pada kejadian 19 hari lalu, ketika suami terncinta saya kembali ke Rahmatulloh setelah sakit selama 3,5 tahun.
    Hampir seminggu saya gak bisa makan. Jiwa saya serara terbang bersamanya. Rasa sesal sebagai istri yg tak sempurna, yg kadang membiarkan suami sendirian melewati waktu dalam padatnya aktifitas saya, membuat saya terpuruk dalam sesal berkepanjangan. Untung suami saya adalah pribadi yg sangat indah, jadi 2 bulan sebelumnya bliau udah meridloi dan memaafkan semua kekurangan saya, begitu pula sebaliknya bliau minta pada saya. Bahkan beberapa bulan sebelumnya juga membikin kontrak di akhirat : Dik, bila kelak aku masuk neraka, tolong perjuangkan supaya aku masuk surga, begitu juga bila sampian masuk neraka, maka aku akan memperjuangkan sampian ke surga.
    Dan dengan nakal ku jawab : Tidak mas, kita tidak perlu ke neraka. Kelak kita akan bergandengan tangan langsung menuju surga tanpa perlu mampir neraka dulu.

    Kini bliau udah tiada, aku tak boleh terus2an terpuruk, si yatim buah cinta kami, amanah yg indah dari kangmasku tak mungkin ku terlantarkan. Dan ku sadari, mulai sekarang aku harus berjuang agar kelak tak perlu masuk neraka sesuai janjiku pada suami. Jiwaku udah mulai stabil, walau airmata tetap akan terus mengalir di waktu2 tertentu.

    Kini ku hanya bisa memelukmu dengan doa kekasih, hanya bisa mencintaimu lewat doa, dan mengantar rinduku lewat doa.

  38. gw baru kehilangan istri tgl 3 september kemarin, jauh sblm istri gw sakit & meninggal, dia pernah nanya gini, “pah klo aq udah ga ada gimana? trs gw jawab, “ya aq ikut km aja” eh dia mlh mrh, “heh ga blh ngmng begitu, inget tuh anak kita, anak kita tuh tetap butuh ibu!!”
    anak gw cwe usia 10 bulan skrg.
    sampai sekarang gw ga prnh nyangka klo omongan dia selalu jadi kenyataan, ini tuh seperti mimpi, bnr2 ga bisa gw percaya😥
    Trs mau nanya donk? klo gw nikah lagi, apa iya gw ktmu istri gw lg nanti disurga? tolong donk jawabannya😥

    • di akhirat semua perasaan benci dendam dan cinta akan direset bro, jd manfaatkanlah yang ada selama kamu hidup di dunia🙂

      • insya allah akan bertemu lagi.. wanita di surga hanya untuk suaminya yang terakhir di dunia. mungkin kisah hidup kita sama. isteri saya meninggal dunia 3nov.2015, meninggalkan saya dan anak saya baru berumur 1thun 21 hati.

  39. Sayaang… apakah jika kau dan anak2ku meninggalkan pergi ke sana hanya untuk menungguku datang utk berkumpul kembali??

    Itu jawaban yg akan aku sampaikan. Sbagai isyarat untuk taat kepadaku sbagi suaminya yang brusha membimbing taat kepada Allah dan Rasulnya. Sehingga siapa pun yang duluan pergi akan tetap merasa tenang diantara keduanya. Karena yakin berkumpul kembali disana. Tergantung doa bersama.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: