Suami Bakhil bin Kikir?

Januari 3, 2008 pukul 1:39 pm | Ditulis dalam Agama, Artikel, Dakwah, Islam, Komunikasi, Manhaj, Pendidikan, Renungan, Umum | 22 Komentar

Siapapun tidak akan suka jika disebut sebagai orang bakhil atau kikir. Bahkan ” si mbahnya” bakhil atau yang sudah nyata-nyata bakhil juga akan tersinggung bila disebut orang bakhil atau kikir. Kalaupun ada orang yang menyentil sikapnya yang bakhil, ia akan berujar, “saya bukan kikir, tapi hemat. Bukan perhitungan kalau mengeluarkan harta, tapi cermat.” 8)

Ungkapan bakhil biasanya identik dengan masalah harta dan kekayaan. Kebanyakan yang berperilaku bakhil adalah mereka yang memiliki harta atau kekayaan. Adapun orang miskin, bisa dibilang tidak mungkin bersikap bakhil, karena memang tidak ada yang perlu dibakhilkan:mrgreen:

Secara bahasa, bakhil bisa berarti kikir, pelit. Menurut al-Jahiz, bakhil pada dasarnya adalah sifat yang disandangkan kepada orang dewasa yang waras alias tidak gila dan memiliki harta. Anak-anak, orang gila dan orang miskin tidak dapat disebut sebagai orang yang bakhil.

Ada ulama yang mendefinisikan bakhil sebagai sifat atau perbuatan seseorang yang tidak mau mengeluarkan atau menyisihkan sebagian harta yang dimilikinya untuk orang lain.

Saya pribadi mendefinisikan bakhil sebagai suatu perbuatan di mana seseorang tidak mau mengeluarkan atau membelanjakan (menafkahkan) hartanya untuk nafkah yang bersifat wajib dan atau sunnah. Yang saya maksudkan dengan nafkah wajib itu adalah; (1)mencukupi kebutuhan dirinya sendiri dan keluarga baik yang bersifat primer (sandang, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan), sekunder maupun tersier (bagi yang mampu), (2)  memenuhi  kewajiban agama yang bersifat khusus seperti zakat, infak, sedekah, qurban, menunaikan ibadah haji dan bentuk-bentuk ibadah yang di dalamnya terdapat nilai biaya untuk menunaikannya.

Tulisan kali ini akan difokuskan pada persoalan sifat bakhil pada seorang suami atau kepala rumah tangga. Dari definisi bakhil di atas, maka jelas jika seorang suami tidak mau (bukan tidak mampu) menafkahi istrinya, ia pantas menyandang gelar bakhil karena dipandang enggan mengeluarkan nafkah yang bersifat wajib (karena menafkahi istri hukumnya wajib). Adapun suami yang tidak mampu menafkahi istrinya karena satu dan lain hal, ia tidak dikategorikan sebagai suami yang bakhil.

Secara garis besar, nafkah kepada istri terbagi kepada dua bentuk; Nafkah lahir dan nafkah batin.

Nafkah lahir adalah nafkah dalam bentuk materi seperti yang diulas sedikit di atas, yaitu pembelanjaan harta untuk memenuhi kebutukan akan sandang, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan. Bahkan menurut imam Hanafi, bagi seorang suami yang memiliki kemampuan secara materi atau katakanlah berkelebihan harta, ia juga diwajibkan memenuhi kebutuhan istrinya yang bersifat tersier seperti membelikan perhiasan, pakaian yang bagus, makanan yang lezat serta buah-buahan (catatan: di jazirah Arab, dahulu buah-buahan termasuk dalam kategori makanan mewah) dan rekreasi.

Adapun bentuk nafkah batin kepada istri di antaranya adalah memberikan kepuasan secara seksual, menyenangkan hatinya dengan sikap yang baik, menghormati dan menghargainya serta memberikan ketenangan secara kejiwaan. Membimbing, mendidik agama dan mensalehkan istri juga termasuk ke dalam bentuk nafkah batin.

Ternyata, kebakhilan suami bukan saja dalam bentuk lahir atau materi. Suami yang mahal senyum, tidak mau bercanda, enggan memanjakan istri, tidak mau mengajari agama dan menyenangkan hati istrinya adalah suami yang bakhil secara batin.

 

Untuk para istri: Nah, kira-kira suami anda bakhil bin kikir tidak?

Untuk para suami: Kita (karena saya juga seorang suami:mrgreen: ) sudah menafkahi istri kita secara baik atau belum? kalau belum, jangan-jangan kita termasuk orang yang bergelar S.BK, alias suami bakhil bin kikir…

*halah… kok bikin postingan beginian*

*bersiap dilempar durian*

*ngumpet*

8)

Wassalam

 

22 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. waduh kang…
    kayaknya belom cukup umur buat komentar neh…
    maklum belum masuk golongan “kita” seh…😀
    tapi yang penting Pertamax …😀

    Ram-Ram Muhammad:
    Paling tidak, sudah jadi calon “kita”…
    Selamat udah pertamax…🙂

  2. saya introspeksi dulu yaaa…..
    Alhamdulillah kayanya saya nggak termasuk S.BK, haha.
    btw, perlu sekali pencerahan seperti ini, terkadang kita lupa hal-hal kecil padahal dampaknya bisa besar.
    terima kasih Bung Ram

    Ram-Ram Muhammad:
    Mohon maaf lho paman Hadi, saya ndak ada niat mau nasihatin para suami senior:mrgreen: soal nafkah kepada istri. Postingan ini lebih ditujukan buat saya sendiri kok… hihihi…

  3. …nafkah batin kepada istri di antaranya adalah memberikan kepuasan secara seksual…

    kalo yang ini jarang deh yang bakhil. kalo perlu “sedekah”:mrgreen:

    Ram-ram Muhammad:
    Halah… Kyai Jenang kayanya “ahli sedekah” ya… 8)

  4. muahahaha… itu asumsi, bukan pengetahuan tuh… apalagi keyakinan yang butuh pembuktian… 8)

    Ram-Ram Muhammad:
    Asumsi yang didasarkan pada pengamatan terhadap objek di depannya… cukup menjadi pengetahuan, karena berdasarkan pengalaman, raut wajah kyai jenang memang “ahli sedekah”… muahahaha:mrgreen:

  5. Mas ram, kalo menurut saya, bakhil itu justru hanya akan menjadi penghalang seseorang untuk bisa kaya, *walah*. Ya, justru dengan saling berbagi itulah kekayaan sejati manusia yang sesungguhnya bisa terwujud. esensi sosial ajaran islam saya kira juga akan tampak ketika kita bisa saling berbagi dan sharing. termasuk ngeblog saya kira, hehehehe😀 ini artinya, orang yang suka ngeblog saya kira tidak termasuk orang yang bakhil, heheheheeh😆 karena sudah mau berbagi dan sharing kepada sesama. wah, kesimpulannya, ngacok ya mas Ram, hehehehe😀

    Ram-Ram Muhammad:
    Assalaamu ‘alaikum Prof… Secara materi, seseorang yang bakhil bisa menjadi kaya. Tapi secara hakikat orang bakhil adalah manusia paling miskin di dunia, karena ia tidak dapat menikmati secara sempurna apa-apa yang dimilikinya. Kenikmatan yang dirasakan oleh orang bakhil paling cuma menghitung, menghitung, dan menghitung pundi-pundi hartanya. Tidak lebih dari itu. *sok tahu…*

    Eh Prof, ada bedanya lho antara INGIN KAYA dengan TAKUT MISKIN. Dari sudut pandang *halah!* cara berfikir saja, ingin kaya adalah obsesi positif, sedangkan takut miskin adalah obsesi negatif. Orang kikir biasanya adalah orang yang takut miskin, karena ia takut hartanya berkurang. Sebaliknya. kalau orang ingin kaya, ia tidak akan segan-segan mengeluarkan sejumlah biaya dari hartanya sebagai modal bekerja untuk mencapai keinginannya menjadi kaya.

    Orang yang ingin kaya biasanya siap menerima resiko. Sedang orang yang takut miskin tidak mau dan tidak siap menerima resiko.:mrgreen:

  6. bakhil merupakan sifat buruk dan harus diberantas….
    bakhil lahir karena sifat egois yg tinggi, sifat egois yg tinggi ada karena hatinya mati, hati yg mati adalah hati yang jauh dari Tuhannya…. jadi????? Ayo mendekat kepada Tuhan kita yg Dekat.

    Ram-ram Muhammad:
    Yo ayo…!

  7. Sebagai pengantin baru…
    Suamiku belum kelihatan kikir, malah…. (gak mau nerusin, malu)

    Ternyata, bentuk nafkah suami kepada istrinya itu banyak ya kang?

    Ram-Ram Muhammad:
    Halah… aya panganten anyar… Selamat
    Semoga suaminya rajin “sedekah”:mrgreen:

    • Semoga suami anda tidak bakhil ya mbak…baik lahir maupun batin. Semoga bahagia selalu

  8. itu duriannya buat saya aja -kalo memang jadi dilempari durian-
    daripada nanti disebut bakhil karena gak bagi-bagi durian

    Ram-Ram Muhammad:
    Mangga nyanggakeun kanggo adipati sadayana…

  9. Kalo punya terlalu banyak sumber daya untuk nafkah gimana? Cukup untuk menafkahi lahir bathin satu istri … dan ……….

    Cukup untuk membantu orang lain yang kesusahan, ya ngga harus dijadikan istri juga seh.

    Ram-Ram Muhammad:
    Kalo terlalu banyak, saya kira masih jauh lebih banyak yang siap menerima sedekah *betulan sedekah*…
    Halah… ada yang malu bilang poligami:mrgreen:

  10. Wah..suami bakhil bin kikir bin pelit bin medit bin ra nde dit

  11. Waduh kalau bini saya baca postingan ini entar dia menuntut saya macam-macam…., tapi dia sudah tidur kok…he..he..he

  12. Begitu banyak cinta yang ia berikan untuk sesamanya. So, tidak heran kalau dia juga banyak mendapat cinta dari banyak orang. Dia telah menempati satu sisi tersendiri di hati masyarakat dunia,,

    Spread your love to everyone, then everyone will spread their love to you. Sejauh mana kamu menebar cinta dan kasihmu ke sesama? Tell me right here…

    kata bakhil atau pelit jug bisa diartikan dalam pelit cinta kasih kan? mana mungkin kita dicintai orang lain, kalo kita tidak mencintai mereka.

    sesama makhluk hidup aja kita di suruh saling mencintai kan!!

    salam kenal ya mas😀 ,di tunggu kunjungannya.

    Ram-Ram Muhammad:
    Iya, kikir tidak hanya dalam persoalan harta saja, tapi juga dalam bentuk lain, seperti tidak mau berbagi ilmu, tidak mau mengucapkan salam de el el… *halah… sok tahu*

    Saya udah berkunjung ke blog sampeyan… salam kenal juga:mrgreen:

  13. Kalau saya .. justru bertanya. Mengapa seseorang menjadi bakhil bin kikir?? .. apakah karena takut miskin .. padahal duitnya segudang .. atau ingin kaya .. padahal sudah berhemat sana-sini tapi tetap miskin.

    Atau .. emang habit-nya dari sono kali. Sehingga, selama pola pikirnya tidak diubah, sulit rasanya meminta seseorang yang bakhil untuk tidak bakhil.

    Jadi ingat cerita tentang saudagar kaya, yang menjelang ajal meminta 3 orang anaknya berkumpul untuk mengantar ‘kepergiaan’ nya .. “Abee ada” tanya saudagar yang sudah kepayahan sehingga sulit membuka matanya.

    “Ada pak” jawab Abee. Kemudian ditanya lagi .. “Budi ada” lantas Budinya bilang “Ada pak” .. lalu bapaknya bertanya lagi “Caplang ada?” yang ditanya menjawab “Saya pak”

    Tiba2 .. saudagar kaya itu bangun dari tidurnya. “Gimana sih kalian .. kalau semuanya ada disini. Siapa yang nungguin toko kita”

    Ram-Ram Muhammad:
    Coba lirik balasan komen buat Prof Sawali…
    Hmmm, kata Rasulullah SAW, jika ada seorang muslim punya sifat penakut, masih dianggap wajar. Namun jika kikir dianggap tidak seharusnya ada dalam sikap seorang muslim…

  14. Ee, eh… Hubungan suami-istri tokh?
    Saya sendiri, kayaknya termasuk kikir yah… Jarang nelepon kekasih yang terpisah pulau…🙄

    Ram-ram Muhammad:
    Halah, S.BK, juga nih…🙄

  15. Ada yg pernah bilang begini :

    Dalam hal sharing harta di ikatan suami istri, terbetik keindahan ajaran Islam dalam menghormati [jerih payah] seorang wanita.

    “Milik” suami adalah “milik” istri, tetapi …
    “milik” istri bukan “milik” suami.

    Hati2 para suami yg menggunakan (mengambil) harta hasil jerih payah istri … Ada 3 hal yg mungkin terjadi : istri anda bersedakah pada anda, atau anda berhutang padanya, atau anda mencuri miliknya.

    Karena hanya istri yg memiliki hak terhadap harta suaminya, dan ini tidak terjadi yg sebaliknya.

    Benarkah begitu pak Kyai ?😉

    Ram-Ram Muhammad:
    mhmmhuahahaa… Jadi bicara soal gono-gini…
    Omon-omon… yang masuk ke dalam 3 hal itu secara sekaligus ada gak ya…?
    Walah, soal setetmen di atas, sebenarnya ada perbedaan pendapat. Nanti kalau ada kesempatan *halah* insya Allah saya akan *halah!* bahas mengenai hukum kepemilikan.

  16. Tapi, memang perlu diakui juga bahwa sifat bakhil juga terkadang begitu kuat…atau jangan2 saya aja ya? :)) cuma kelewatan aja kalau udah miskin, masih bakhil juga…

    Ram-Ram Muhammad:
    Bakhil itu kaya bau *halah* kentut… orang lain yang mengendusnya akan merasa mual
    Tapi buat hidung kita sendiri gak masalah, malah kadang sengaja dibaui…:mrgreen:

  17. sebagai manusia biasa kita jauh dari sempurna termasuk saya tapi Alhamdulillah tergolong pemurah tidak kikir dan bakhil,hanya satu,dalam hal mengajari agama ………dy kurang PeDe padahal sy memilihnya dulu karena AGAMANYA.

    Ram-Ram Muhammad:
    8)
    Belum kali mbak…

  18. OOT bentar.:mrgreen:
    Ndak bisa… Ndak bisa S.BK saya!
    Toh saya belum nikah artinya belum lulus sarjana! Masih kuliah dan belum dapet gelar S.BK segala…👿
    Moga lulus dan dapat gelar S.GK versi saya.

    Baidewei, akhir-akhir ini saya jadi royal banget nelpon (soalnya udah pake provider yang hemat bener ituh) apa ini tanda-tanda saya ga kikir nih?😆

    S.GK = Suami Ganteng nan Keren😎

    Oiya, minta analisisnya mengenai hubungan pacaran (anooo…perspetif pacaran halal aja deh, ntar ga dijawab karena ngeles pacaran haram:mrgreen: )

    Ram-Ram Muhammad:
    Mengenai hubungan pacaran…. saya *halah* akan coba buat postingannya… Masih binun! Binun membuat kerangka fikir dan sudut pandangnya… *halah*
    emang situ ada yang mau👿
    yang avatarnya itu kok saya kenal…
    Jangan-jangan…
    Jangan-jangan…
    itu bini saya👿:mrgreen:

  19. ..nah..
    ada juga artikel yang bahas ttg sBK..
    biasanya..
    ttg istri yang ‘harus’ shalehah ..hehehhe
    nuhun..ah..
    bahan renungan buwat para suami…

  20. apkh krn suami sudah mberikan rumah sang istri jd tak perlu lg diberikan nafkah lahir lg pd sang istri krn puny juga penghsln???!!

  21. Bagaimana kalau istri tahu suaminya punya uang banyak tetapi suaminya memberinya hanya 50%. Apakah istri harus diam / menuntut uang lagi / mencuri uang suami ?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: