TUHAN MEMBERI APA YANG KITA BUTUHKAN

Januari 20, 2008 pukul 11:08 am | Ditulis dalam Agama, Akhlak, Artikel, Celotehan, Cerita, Curhat, Dakwah, Humor, Islam, Kisah Hikmah, Komunikasi, Manhaj, Pendidikan, Renungan, Umum | 46 Komentar

Kyai sepuh (KH. Irfan Hilmi)  pernah memberikan nasihat kepada kami para santrinya, bahwa dalam mengkabulkan doa hamba-Nya yang saleh dan dicintai-Nya, Allah akan memberikan apa yang dibutuhkan olehnya, bukan apa yang diinginkannya. Masih kata kyai sepuh, Allah mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan manusia, sedangkan manusia hanya memiiki segudang keinginan tanpa tahu pasti apa sebenarnya yang dibutuhkan olehnya dalam hidup di dunia.

Oleh karena itu, apapun bentuk jawaban Allah terhadap doa-doa yang kita mohonkan kepada-Nya, selayaknya disyukuri dan diiringi prasangka baik terhadap-Nya. Sekali lagi, jika Allah tidak mengkabulkan doa persis seperti apa yang kita minta minta, hal tersebut bukan berarti Allah tidak menjawabnya. Allah menjawab setiap doa, namun dalam jawaban yang bentuknya “lain”.

Sebagai bahan perenungan, ada baiknya kita menyimak kisah di bawah ini.  *halah*  

Diriwayatkan bahwa nabi Musa AS memiliki ummat yang rata-rata berumur panjang dan  jumlah ummatnya sangat banyak. Sebagaimana layaknya sebuah bangsa, di antara ummat nabi Musa as. ada yang hidupnya berkecukupan, bahkan lebih, ada pula yang miskin.

Pada suatu ketika Nabi Musa didatangi oleh seseorang yang miskin. Saking begitu miskinnya,  ia mengenakan pakain yang lusuh dan compang-camping. Si miskin itu kemudian berkata kepada Nabi Musa AS, “Wahai Nabiyullah Musa, tolong sampaikan kepada Allah SWT permohonanku ini agar Allah SWT menjadikan aku orang yang kaya.”

Nabi Musa AS tersenyum mendengar permintaan si miskin, kemudian berkata kepada orang tersebut, “saudaraku, perbanyaklah bersyukur kepada Allah SWT.” Si miskin tentu saja terkejut dengan jawaban Nabi Musa yang pendek itu. Dengan kesal ia berkata, ”Bagaimana aku bisa banyak bersyukur, sedangkan untuk sekedar makan saja aku kesulitan,  pakaian yang aku gunakan pun hanya satu lembar ini saja!”. Akhirnya si miskin itu pulang tanpa mendapatkan apa yang diinginkannya.

Beberapa saat kemudian seorang kaya datang menghadap Nabi Musa AS. Orang tersebut bersih badannya juga rapi pakaiannya. Ia berkata kepada Nabi Musa AS, “Wahai Nabiyullah, tolong sampaikan kepada Allah SWT permohonanku ini agar aku dijadikannya sebagai orang yang miskin, terkadang aku merasa terganggu dengan hartaku itu”.

Nabi Musa AS pun tersenyum, lalu ia berkata, “wahai saudaraku, mulai saat ini engkau jangan bersyukur kepada Allah SWT”.

“Wahai Nabiyullah Musa, bagaimana aku tidak bersyukur kepada Allah ‘Azza wa Jalla telah memberiku mata yang dengannya aku dapat melihat. Telinga yang dengannya aku dapat mendengar. Allah SWT telah memberiku tangan yang dengannya aku dapat bekerja dan telah memberiku kaki yang dengannya aku dapat berjalan. Jadi bagaimana mungkin aku tidak mensyukurinya” jawab si kaya itu.

Akhirnya si kaya itu pun pulang ke rumahnya. Selanjutnya apa yang terjadi? Yang kemudian terjadi adalah si kaya menjadi semakin kaya karena ditambahkan kenikmatannya oleh Allah SWT karena ia selalu bersyukur. Sedangkan  si miskin menjadi bertambah miskin. Allah SWT mengambil semua kenikmatan-Nya sehingga si miskin itu tidak memiliki selembar pakaianpun yang melekat di tubuhnya. Ini semua karena ia tidak mau bersyukur kepada Allah SWT.

Hikmah dari kisah ini adalah, seseorang yang mampu mensyukuri setiap nikmat yang telah Allah berikan kepada dirinya akan menjadikan dirinya sebagai orang yang dapat menikmati hidup. Sebaliknya, seseorang yang tidak mau bersyukur sama halnya dengan orang yang telah menjerumuskan dirinya kepada keadaan yang serba sulit dan menutup pintu rahmat Allah, lebih dari itu orang yang tidak pandai bersyukur akan menjadi orang yang sulit menikmati hidup, sekaya atau semiskin apapun hidupnya.

Wallahul muwaffiq ila aqwamiththoriq.

Tulisan ini saya dedikasikan *halah* untuk sahabat sekaligus guru saya:

  1. Prof. KH. Irfan Hilmi, pengasuh Pondok Pesantren  Darussalam Ciamis
  2. Semua yang tidak dapat saya sebutkan di sini karena keterbatasan ruang…

Ini mungkin postingan terakhir saya untuk sementara waktu. Beberapa minggu ini saya harus menunaikan tugas negara *halah* di sebuah pedalaman yang jauh dari peradaban; tidak ada listrik, telepon apalagi sambungan internet. Terimakasih sudah mau berbagi ilmu dan menjadi sahabat.

 

46 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. PERTAMAX!!!

  2. bang, saya kok rasanya susah banget yaks buat bersyukur, abis idup saya pas-pasan…
    trus yah, saya kan suka ngelamun n menghayal, tiap yang saya lamunin n hayalin kok malah jadi ga pernah terjadi n terwujud ya? ini sudah jadi kepastian bang bagi saya, kenapa yah?

  3. Btw ganti tema yaks?
    wew, saya berhasil mencetak hetrricks:mrgreen:

  4. *kembali lagi mencari masjid terdekat*

    saya sudah 3 mencari mesjid terdekat setelah acaa postingan sejenis..
    hehehe….

  5. oh ya salam kenal..

  6. sekalian ikut hetrik deh…
    hihihi…

  7. wah ini salah satu request saya. tapi kok disusul “hiatus”? emangnya mo ke mana kang? mudah-mudahan balik lagi nambah karomah, biar makin besar ini aula hikmah… amin. 8)

  8. […] saya punya keyakinan bahwa Tuhan selalu memberikan apa yang kita butuhkan, seperti tulisan terakhir Kang Ram sebelum masa hiatus ini. Tapi, mungkin ada perbedaan sedikit. Buat saya Tuhan menerima dan mengabulkan do’a umatnya, […]

  9. Ouch… Mencoba mensyukuti blog ini kah, sampai hiatus?😯

  10. Wah postingan yang mencerahkan. MEngingatkan saya untuk bersyukur ats segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada saya.😀

  11. Sangat bagus! Hanya sayang, tulisan anda tidak menjangkau sisi esoteris spiritualisme do’a dan yang berhubungan dengan Tuhan. Masih bertebar sisi yang mengambang dan belum tuntas. Bagaimana si kaya tambah kaya dan si miskin tambah miskin?! Seandainya anda membeberkannya secara detail. Semoga kritik kecil ini membangun.

    Wassalam

  12. Assalaamu ‘alaikum Gus.
    Pesan intinya bisa saya tangkep. Yaitu Allah SWT mengetahui apa yang kita butuhkan, maka Ia akan mengijabah doanya orang yang dicintai-Nya dengan memenuhi kebutuhannya, bukan apa yang diinginkannya. Sekiranya Allah memberikan semua yang diinginkan manusia, tentu yang terjadi adalah kecarut-marutan bahkan boleh jadi merupakan bentuk istidraj-Nya kepada manusia.

    Terimakasih Gus. Jangan lama-lama menghilangnya…

  13. :: Maxbreaker
    Wah, masih suka dengan pertamax dan hetrix ya?:mrgreen:
    Waduh, kayaknya Max gak pas-pasan deh… Coba membandingkan diri dengan orang yang nasibnya di bawah kita. Ntar kerasa kalau kita jauh lebih beruntung, insya Allah itu akan mendorong kita lebih pandai bersyukur.

    :: Sir Arthur Moerz
    Lha… nyari masjid buat apa?:mrgreen:
    Salam kenal juga ya… Selamat buat hetrix-nya!

    :: Siti Jenang
    Ketahuan juga, kalau postingan ini ngelunasin hutang saya sama kyai Jenang…🙂

    Saya hiatusnya karena terpaksa. Tapi mudah-mudahan ada teknologi satelit portable…😯 Makasih doanya kyai Jenang…

    :: Goenawan Lee
    Hehehe… mudah-mudahan setelah hiatus, bisa punya rumah sendiri kaya dikau sahabat…! 8)

    :: Mathematicse
    Sama-sama…🙂

    :: Aris Susanto
    Mas Aris, terimakasih atas kritiknya. Mungkin dalam kesempatan yang akan datang *halah*, saya akan coba mengupas soal doa. Postingan ini sebenarnya tidak dimaksudkan untuk membahas soal doa, hanya ingin menyampaikan sedikit pesan, bahwa manusia punya banyak keinginan, namun tidak tahu apa sebenarnya yang dibutuhkannya. Salam kenal juga ya Mas…

    :: Darwin
    Wah… sudah diresume Kyai Darwin rupanya…
    *sembah-sembah*

    Insya Allah gak lama, cuma setahun…😯:mrgreen:

  14. Semoga Allah mengabulkan setiap keinginan baik kita kyai Ram-Ram …
    Semoga usaha2 itu semuanya lancar dan sukses.

    Mau khuruj kmana nih ? 😉

    # He he… becanda aje … 😀

  15. Maaf kang Ram, sebagai sahabat saya tak pantas disebut Guru. Karena Guru Kita semua sebenarnya adalah budi (hati kecil) kita. Salam Hormat. Dari Orang Terbuang.

  16. Assalaamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
    Pak ustadz, artikelnya bagus. Alangkah lebih baiknya kalau dilengkapi dengan landasan qur’an dan hadist karena berbicara ad-din tanpa hujjah adalah riskan.

  17. Makasih Pak untuk sebuah pengingat ini
    *pulang merenung dan membawa oleh2*
    *:mrgreen: *

  18. Hueee..lah…dhalah…
    Membaca Judulnya saja saya sudah senyum-senyum …APA IYA YAH…Tuhan akan memberikan apa yang kita butuhkan..??. bentar tak merenung seperti gayanya si Tom…yang mikir mau tangkap si Jerry…Halah…Bukankah memang REZEKI dah dihampar oleh-Nya memenuhi Jagad raya ini…??. Tapi tetep saja harus mengikuti Hukum Sebab dan Akibat….nggih to Wak Yai Ram-ram.
    Klu perut LAPER yah harus punya DUIT, supaya dapet DUIT yah harus kerja, supaya…supaya…???. Supaya gak diJITAK wak Yai Ram-ram….Mblayu sing banter….lariiiiii…
    Hueee..lah dhalah…sandhal jepitku ketinggalan…..

    salam

  19. :: Herianto
    Terimakasih doanya pak dosen Her… Amin
    Halah, sebetulnya beneran kok kepengen ikutan khuruj sama para karkun, tapi saat ini waktunya masih pabetot-betot…:mrgreen:

    ::Daeng Limpo
    Tetap saja, Daeng adalah guru saya…👿
    *kejar Daeng ke laut*

    :: Abu Tilmidz
    Syukron atas masukannya. Saya hanya mencoba menulis apa adanya, sesedarhana mungkin. Kalau soal dalil, saya memang fakir dalil:mrgreen:

    :: goop
    Silaken oleh-olehnya dibawa pulang, jangan lupa bagi dengan tetangga…
    *nagih honor*

    :: Santri Gundhul
    Halah… memang Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan… paling tidak menurut saya begitu. *maksa MODE ON*

    *tendang Santri Gundhul*🙂

  20. ternyata, bersyukur itu memang bener menghasilkan. terbukti, nama borsalino ada di daftar link yg di atas.

  21. Kalau begitu, apa sebaiknya tema yang antum tulis tidak berhubungan dengan agama secara langsung, pilih tpopik lain yang sesuai dengan keahlian antum. Insya Allahu Ta’aala akan lebih bermanfaat. Ana lihat para pengunjung tahunya anda seorang kyai-ustadz.

  22. mudah – mudahan saya lebih bersyukur lagi dengan apa yang ada ya pak .
    Tuhan selalu ada di samping kita , cuma kitanya aja yang kadang selalu meninggalkan DIA

  23. :: borsalino
    *senyum-senyum mesyum*
    Kok jadi ada nama njenengan ya?😛

    :: Abu Tilmidz
    Sebelumnya saya mohon maaf kalau tulisan-tulisan saya tidak berkenan. Saya juga heran kok banyak orang iseng manggil saya Brad Pitt kyai atau ustadz. Insya Allah saya pertimbangkan.🙄

    :: realylife
    Amin…

  24. alhamdulillah….

    tapi ko’ pergi semua sih?? 😥

  25. Halo Ngkonx…..salam kenal

    Iya Ngkonx, musti ada unsur apa, mengapa dan bagaimana. Sisakanlah sedikit ruang buat kita untuk berpikir kenapa si kaya semangkin kaya dan si miskin kian marjinal…..bagaimana bisa menjadi seperti itu? apakah banyak bersyukur lantas bisa menjadi kaya, dan sebaliknya kufur nikmat jadi melarat?

    Sebab, realitanya, yang kufur nikmat justru makin melesat (perekonomiannya) dan yang bersyukur nikmat malah makin ‘belangsak’

    *hmmmm merenung*

  26. Jadi teringat sebuah kisah tentang do’a(tapi saya lupa baca dimana)bahwa sipendo’a merasa tak pernah diberikan apa yang di mintanya kepada ALLAH, akan tetapi tenyata dia menyadari bahwa ALLAH telah banyak memberi apa yang dia butuhkan.
    Pak Ram, terima kasih untuk semua tulisan yang sudah saya baca di blog Aulahikmah banyak yang saya ambil manfaatnya, kita sama-sama berdo’a semoga ALLAH senantiasa memberikan apa yang kita butuhkan dan tetap diberikan hidayah untuk mensyukuri apa yang sudah kita peroleh.
    selamat bertugas semoga sukses, jangan lupa sering-sering betulin peci hahaha
    salam.

  27. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Article yang mengandung taushiyah/nasehat memang sebaiknya menggunakan dalil. Tapi ada kalanya dalil itu menjadi tidak berguna, manakala orang-orang yang mendengarnya sangat sensitive terhadap hal tersebut, lihat kondisi dan target yang ingin dicapai saja. Dan justru akan semakin tidak berguna bagi pemberi nasihat, manakala dalil yang diucapkannya sebagai bentuk keriya’annya kepada manusia. Yang terpenting adalah manakala esensi kebaikan itu dapat dipahami dan dapat diimplementasikan oleh pembacanya.

    Sedikit tambahan article diatas, jikalau ada yang memerlukannya :

    وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

    Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Qs. Ibrahim: 7)

    Sesungguhnya Allah akan memberikan karunianya kepada siapa saja yang Dia kehendaki, dan akan mengabulkan do’a-do’a hamba-Nya sesuai apa yang dikehendaki-Nya. Mungkin kita bisa merenungi ayat-ayat berikut ini:

    مَّن كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاء لِمَن نُّرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلاهَا مَذْمُوماً مَّدْحُوراً
    وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُم مَّشْكُوراً
    كُلاًّ نُّمِدُّ هَـؤُلاء وَهَـؤُلاء مِنْ عَطَاء رَبِّكَ وَمَا كَانَ عَطَاء رَبِّكَ مَحْظُوراً
    انظُرْ كَيْفَ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَلَلآخِرَةُ أَكْبَرُ دَرَجَاتٍ وَأَكْبَرُ تَفْضِيلاً
    لاَّ تَجْعَل مَعَ اللّهِ إِلَـهاً آخَرَ فَتَقْعُدَ مَذْمُوماً مَّخْذُولاً

    Artinya : Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu`min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik. Kepada masing-masing golongan baik golongan ini maupun golongan itu Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi. Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya. Janganlah kamu adakan tuhan yang lain di samping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah). (Qs. Al-Isra: 18-22)

    Be carefull kyai Ram-Ram, article yang bagus dan penuh hikmah.😆

    Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu`min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik. Kepada masing-masing golongan baik golongan ini maupun golongan itu Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi. Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya. Janganlah kamu adakan tuhan yang lain di samping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah). (Qs. Al-Isra: 18-22)

  28. :: Brainstorm
    Iya, bulan ini yang trend adalah pada pergi… saya gak lama, paling setaon:mrgreen:

    :: hildalexander
    Kayanya perlu postingan khusus *halah…* Tapi kayanya komengnya Kyai Ibn Abd Muis dapat membantu menjelaskan.
    *tunjuk-tunjuk komen no. 27 di atas*

    :: hadi arr
    Ah… terimakasih Papi sudah berkunjung. Terimakasih doanya.

    :: Ibn Abd Muis
    Wa ‘alaikumussalam warahmatullahi wabarakaatuh.
    Terimakasih dalil-dalil pelengkapnya…
    *cium tangan njenengan*😛

  29. Beberapa minggu ini saya harus menunaikan tugas negara *halah* di sebuah pedalaman yang jauh dari peradaban; tidak ada listrik, telepon apalagi sambungan internet. Terimakasih sudah mau berbagi ilmu dan menjadi sahabat.

    Postingannya sangat relevan pak Kyai dengan rencana keberangkatan pak Kyai .. dapat dibayangkan, ketika di daerah pedalaman yang jauh terpencil sudah ada listrik, telepon dan internet, apa yang akan terjadi?? berapa investasi yang diperlukan dan berapa return yang dihasilkan dari pelanggan .. memang hidup itu harus sesuai dengan yang dibutuhkan. Bukan diperlukan.

    Kami .. berdoa, pak Kyai dapat menjalankan tugas dengan sebaik2nya di pedalaman tersebut. Perpisahan kita ini hanya untuk sementara kan?? .. semoga kita diberikan kesempatan untuk saling menyapa lagi di dunia maya ini.

  30. Selamat bertugas Gus. Semoga dilindungi Allah SWT selama menjalankan tugasnya di pedalaman. Gus, emang tugas apaan kalau boleh tahu? Saya setia menunggu update-an blog Gus Ram.

  31. […] baek, knp juga orang masih saja memperlakukan aku tidak sebagaimana mestinya. padahal, sudah banyak harta yg aku sedekahkan dan aku infaqkan kepada mereka yg membutuhkan. tak hanya itu, setiap ada mesjid […]

  32. Beberapa minggu ini saya harus menunaikan tugas negara *halah* di sebuah pedalaman yang jauh dari peradaban; tidak ada listrik, telepon apalagi sambungan internet. Terimakasih sudah mau berbagi ilmu dan menjadi sahabat.

    Semoga Allah menguatkan perjuangan dakwah Kyai. Tak terbayangkan seorang kyai dari perkotaan masuk ke pelosok pedalaman tanpa fasilitas. Namun pasti akan banyak ilmu yang diperoleh yang bisa disharingkan di sini.

  33. wah, maaf Bung Ram-ram, jadi telat komen nih, maklum sedang suka mengembara *halah*. Terima kasih pencerahannya Bung Ram, semakin banyak bersyukur ternyata Allah akan menambah nikmat2 baru yang tak pernah bisa kita duga.
    Selamat “bertapa” dalam sebuah pengembaraan di tempat yang jauh dari peradaban modern Bung, semoga banyak ilmu dan rahasia Allah yang bisa ditemukan. Allah bersama orang-orang yang sabar. Selamat mendedikasikan hidup pada tugas2 kemanusiaan.

  34. Matur nuwun pak, minta do’anya semoga saya bisa lebih produktif seperti pada masa kuliah dulu.
    Wassalam
    Kalau mau baca tulisan saya di http://intiep.wordpress.com

  35. Assalaamu ‘alaikum
    Bisa serame ini???? Salam kenal kang… emang mo kmana nih kang?

  36. :: erander
    Ya… lagi-lagi kita perlu sebuah kesadaran akan hakikat kemurahan Allah. Terimakasih doanya kyai Er…

    :: Darwin
    Halah… sementara ini saya gak bisa bilang tugas apa dan ke mana…:mrgreen: Terimakasih sudah sering ngintip ke sini.

    :: rajaiblis
    Segera meluncur bos!

    :: kanguwes
    Amin… terimakasih support dan doanya

    :: Sawali Tuhusetya
    Halah… prof baru ngintip lagi ke sini…🙂
    Terimakasih prof… mudah-mudahan semuanya berjalan lancar seperti yang diharapkan.

    :: intiep
    Sama-sama mbak, mudah-mudahan kita bisa banyak memberikan kemanfaatan bagi banyak orang, dengan ide, kreasi, gagasan dan karya tentunya. Saya mau intiep nih blognya…

    :: Awaludin
    Rame apanya ya? *halah*
    Pokoke rahasia *halah*😛

  37. […] Nabi Ibrahim selamat karena keyakinan nya, karena IMAN nya sempurna kepada ALLAH, yakin bahwa ALLAH adalah AL-Khalik (Yang Maha Menciptakan), Al Malik (Yang Maha Memelihara), Ar Rozieq (Yang Maha Memberi Rezeki). […]

  38. Tetep kirimi aku nasehah ya

  39. Wah, sebuah warisan yang sangat berharga nih kyiai ram. *terharu*

    Semoga tugasnya dapat terlaksana sesuai dengan kehendakNya. *padahal nggak ngomong gini juga pasti kehendakNya yang terjadi*

  40. @ Ram2 Muhammad

    Semoga sukses di hutan/pedalamanya ya😀
    mudah mudahan selamat dan tidak dimakan oleh suku pedalaman👿
    saya tunggu postingan terbarunya ya😀
    Good Luck!

  41. @pak kyai Ram-Ram
    maksud saya dibandingkan temen-temen di lingkungan saya pak, saya kan bawa motornya motor jadul, sedangkan temen2 saya tu bawa motor keren2 pak, saya jadi suka ngasa minder lo lagi ngumpul bareng😥
    ya maklum pak, saya kan blogger baru yang masih kinyis-kinyis:mrgreen:

  42. Hidup bersifat bisa diselami
    Kita harus punya keyakinan bahwa akan selalu ada penunjuk jalan
    Tiap langkahmu, tiap situasi, mencerminkan batimu, & karenanya memiliki nilai spiritual
    Yang harus dilakukan adalah berada disana
    Mendengarkan dengan hati
    Menanggapi dengan kebijaksanaan & keahlian

    & hidup akan menjadi sebuah proses menulis puisi:mrgreen:

  43. ::: 081322959607
    halah… jangan minta nasihat sama saya… Saya yang lebih butuh nasihat…😥

    <strong::: danalingga
    Amin, terimakasih doanya Kyai Dana…

    ::: Retorika-1000DS
    Oke brother… makasih doanya. Soal suku pedalaman, tenang saja, saya juga berasal dari pedalaman:mrgreen: Masa jeruk makan jeruk?

    ::: maxbreaker
    Lha, emangnya kalau motor jadul kenapa? Orang lain bahkan sama sekali gak punya motor. Kalau bepergian harus sabar nunggu angkutan umum, bercampur keringat sama yang laen. Tul gak? Jangan minder dengan materi, lebih baik minder dengan prestasi orang laen yang lebih baik dari kita. Maksudnya biar kita lebih terpacu untuk juga bisa berprestasi. *halah*

    ::: tomyarjunanto
    wuah… alhamdulillah, disambangin sama mbahnya puisi… makasih… makasih…
    *sembah-sembah*

  44. postingan terakhir??
    lha dalam 3hr ternyata udh posting lg…
    kangenyah mo nge-blog??
    hehehehe…

  45. tugas kenegaraan apa tugas keagamaan nih ?🙂

  46. Allah tidak akan memberikan apa yang kita butuhkan dan Allah tidak akan memberikan apa yang kita inginkan tapi Allah akan memberikan apa yang dihendaki-Nya mengenai keinginan dan kebutuhan kita.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: